JAKARTA – Menteri Luar Negeri (Menlu), Sugiono, menegaskan pungutan anggota Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) bukan sebagai bentuk membership fee. Ia menyebut, pungutan itu untuk merekonstruksi Gaza, Palestina.
Hal itu diungkapkan Sugiono saat disinggung perihal pungutan dari anggota BoP. Ia menegaskan, pungutan itu bukan bentuk membership fee
“Presiden memutuskan untuk ikut berpartisipasi. Jadi gini, ini bukan membership fee,” ungkap Sugiono saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026).
Ia menjelaskan, pembentukan BoP itu untuk menyelesaikan persoalan di Gaza, termasuk melakukan rekonstruksi.
“Terus rekonstruksinya siapa yang bayar? Kan seperti itu. Uangnya dari mana? Dananya dari mana? Kan seperti itu,” kata Sugiono.
“Oleh karena itu, anggota-anggota yang diundang itu diajak untuk berpartisipasi di situ yang tentu saja ada keuntungan lain yaitu merupakan anggota tetap dewan,” ucapnya.
Diketahui, iuran untuk masuk Dewan Perdamaian yang dibentuk AS bersifat sukarela. Menurut laporan media AS, pemerintah AS mewajibkan iuran sebesar 1 miliar dolar AS untuk dapat menjadi anggota tetap Dewan Perdamaian.
Seorang penumpang perempuan dilaporkan meninggal dunia setelah tertabrak kereta api di Stasiun Gondangdia, Jakarta Pusat. Peristiwa tragis tersebut terjadi pada jam sibuk pagi hari dan sempat mengganggu perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line di lintas tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diduga sengaja melompat dari atas peron ke jalur rel sesaat sebelum kereta melintas. Meski masinis telah berupaya melakukan pengereman darurat, jarak yang terlalu dekat membuat tabrakan tidak dapat dihindari.
Kejadian Terjadi di Jam Sibuk
Insiden tersebut terjadi saat kondisi stasiun sedang ramai oleh penumpang yang hendak beraktivitas. Sejumlah saksi mata menyebut korban tampak berdiri di tepi peron sebelum akhirnya melompat ke arah rel ketika kereta akan memasuki stasiun.
“Kereta sudah sangat dekat, tiba-tiba korban lompat. Masinis langsung klakson dan rem mendadak, tapi sudah tidak sempat,” ujar salah satu saksi di lokasi kejadian.
Akibat peristiwa tersebut, korban mengalami luka parah dan dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian. Petugas keamanan stasiun bersama pihak kepolisian segera mengevakuasi jasad korban untuk dibawa ke rumah sakit guna keperluan identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut.
Perjalanan KRL Sempat Terganggu
Insiden ini menyebabkan perjalanan KRL Commuter Line sempat mengalami keterlambatan. Beberapa perjalanan kereta harus berhenti sementara atau mengalami pengaturan ulang jadwal demi proses evakuasi dan pengamanan lokasi.
Pihak PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) membenarkan adanya kejadian tersebut. Dalam keterangan resminya, KCI menyampaikan bahwa masinis telah menjalankan prosedur keselamatan sesuai standar operasional, termasuk memberikan peringatan dan melakukan pengereman darurat.
“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Masinis sudah melakukan upaya maksimal, namun jarak yang terlalu dekat membuat kecelakaan tidak dapat dihindari,” ujar perwakilan KCI.
Polisi Lakukan Penyelidikan
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan motif dan kronologi lengkap kejadian. Rekaman CCTV di area stasiun telah diamankan untuk membantu proses penyelidikan.
Polisi juga tengah mengumpulkan keterangan dari para saksi serta petugas stasiun yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung. Identitas korban masih dalam proses pendalaman dan belum diumumkan secara resmi kepada publik.
Imbauan Keselamatan di Area Stasiun
Pihak KCI kembali mengimbau seluruh pengguna jasa kereta api untuk selalu mematuhi aturan keselamatan selama berada di area stasiun. Penumpang diminta untuk tidak melewati batas aman peron dan tetap waspada terhadap kedatangan kereta.
“Kami mengingatkan seluruh penumpang agar menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain. Area rel kereta sangat berbahaya dan tidak diperuntukkan bagi penumpang,” tegas KCI.
Peristiwa ini menambah daftar insiden fatal di area perkeretaapian dan menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan serta perhatian terhadap kesehatan mental. Masyarakat diharapkan saling peduli dan segera melapor kepada petugas apabila melihat penumpang yang menunjukkan perilaku berisiko.
FAJAR Fathurrahman menjadi rekrutan anyar Persija Jakarta di putaran kedua Super League 2025-2026. Ia pun bertekad membawa skuad berjuluk Macan Kemayoran itu merebut gelar juara Super League 2025-2026.
Persija Jakarta mendatangkan Fajar Fathurrahman dengan status bebas transfer, karena yang bersangkutan kontraknya telah berakhir bersama Borneo FC pada 31 Desember 2025. Pemain muda 23 tahun itu diikat kontrak jangka panjang skuad Macan Kemayoran dengan durasi 3,5 musim.
1. Siap Antar Persija Jakarta Super League 2025-2026
Fajar Fathurrahman mengaku senang bisa berseragam Persija Jakarta. Ia siap membalas kepercayaan yang diberikan dengan pencapaian nyata di atas lapangan. Lebih dari itu, ia bertekad menambah satu bintang untuk Macan Kemayoran.
“Sangat senang dan excited bergabung bersama Persija. Yang pasti, saya akan bermain konsisten dan membantu tim menjadi lebih baik,” kata Fajar Fathurrahman.
“Saya ingin bermain sesuai dengan karakter saya, membantu tim, berjuang bersama, dan tidak akan pernah mengenal lelah. Insyaallah, saya sangat siap membantu tim dan Insya Allah tahun ini bisa meraih juara,” sambung pemain yang membantu Timnas Indonesia U-16 juara Piala AFF U-16 2018.
2. Fajar Fathurrahman Diharapkan Tingkatkan Performa Persija Jakarta
Direktur Persija Jakarta, Mohamad Prapanca, menjelaskan kehadiran Fajar Fathurrahman menjadi bagian dari langkah konkret klub dalam mengejar targetnya musim ini. Mohamad Prapanca berharap pemain kelahiran Manokwari itu bisa beradaptasi dengan baik dan membawa Macan Kemayoran berjaya.
“Kami berharap proses adaptasinya berjalan cepat sehingga ia bisa segera memberikan kontribusi nyata dan memperkuat Persija untuk meraih juara musim ini,” ujar Mohamd Prapanca.
3. Fajar Fathurrahman Punya Catatan Positif di Borneo FC
Fajar Fathurrahman datang dengan rekam jejak apik bersama Borneo FC. Dalam lima musim terakhir bersama tim berjuluk Pesut Etam itu, bisa dibilang performanya cukup konsisten.
Di Liga 1 2024-2025, Fajar Fathurrahman tampil 33 kali dan menyumbang lima assist. Kemudian pada musim ini, ia telah mencatatkan 14 penampilan dari 17 laga Super League dengan torehan satu assist.
Tak hanya di level klub, Fajar Fathurrahman juga bersinar bersama Timnas Indonesia. Ia menjadi langganan Timnas kelompok umur, mulai dari U-16, U-19, hingga U-23. Ia merupakan bagian dari skuad Timnas Indonesia U-23 kala merebut medali emas SEA Games 2023 dan menembus semifinal Piala Asia U-23 2024.
Gempa Dahsyat M7,1 Talaud, BNPB Belum Terima Laporan Korban Jiwa dan Kerusakan Bangunan
SULUT – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memantau perkembangan terkini imbas adanya gempa bumi dengan kekuatan 7,1 yang mengguncang Kabupaten Kepulauan Tahlaud, Provinsi Sulawesi Utara, pada Jumat, 10 Januari 2026.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud bersama BPBD Provinsi Sulawesi Utara melakukan pemantauan dan monitoring di lapangan guna mengidentifikasi dampak gempa serta mengantisipasi potensi gempa susulan.
“Hingga laporan ini disusun, belum terdapat laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan,” kata Abdul, Minggu (11/1/2026).
Dia juga mengimbau agar masyarakat di wilayah terdampak agar tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
“Masyarakat juga diminta untuk menghindari bangunan yang mengalami kerusakan, memastikan kondisi lingkungan sekitar aman, serta mengikuti informasi resmi dari instansi terkait,” ujar dia.
Sekadar informasi, berdasarkan data yang diterima Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), gempa bumi tersebut memiliki parameter dengan koordinat 3,64 Lintang Utara dan 126,98 Bujur Timur pada kedalaman 17 kilometer.
Pusat gempa berada sekitar 52 kilometer tenggara Melonguane, 124 kilometer barat daya Pulau Karatung, 165 kilometer timur laut Tahuna, Kepulauan Sangihe, serta 319 kilometer barat laut Ternate, Maluku Utara.
Guncangan gempa dirasakan kuat selama kurang lebih 20 hingga 30 detik di wilayah Kabupaten Kepulauan Talaud. Dampak getaran tersebut menyebabkan kepanikan di kalangan masyarakat, yang sebagian memilih keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Viral Ibu Ini Tak Mau Sekolahkan Anak, Sebut Sekolah Tempat Bullying (Foto: Freepik)
JAKARTA – Viral di media sosial konten orang tua yang tidak menyekolahkan anaknya meski sudah berusia 11 tahun. Mereka menilai anak tidak perlu sekolah di sekolah pada umumnya dan cukup diajari secara mandiri di rumah, serta menyebutnya homeschooling.
Keluarga tersebut memiliki akun TikTok bernama plengerfamily. Di akun tersebut, mereka membagikan kehidupan sehari-hari, termasuk cara mendidik anak satu-satunya di keluarga tersebut bernama Jane.
Belakangan, konten-konten yang dibuat di akun plengerfamily menjadi pembahasan warganet karena dinilai “agak lain”. Bagaimana tidak, orang tua Jane merasa tidak perlu menyekolahkan anaknya karena latar belakang mereka sebagai guru sekaligus dosen.
Bahkan, ibu Jane secara terang-terangan menyebut bahwa sekolah adalah tempat perundungan, seperti kasus yang belakangan sering terjadi di lingkungan sekolah. Warganet pun menasihati bahwa anak tetap memerlukan sosialisasi dengan lingkungan sekitar, dan salah satunya bisa didapatkan dari sekolah.
Namun, orang tua Jane merasa sosialisasi tidak semata-mata didapatkan dari interaksi dengan teman-teman di sekolah. Ada pula konten mereka yang mengungkap cara Jane belajar meski tidak bersekolah.
Dalam video itu, Jane menjelaskan caranya belajar berhitung menggunakan mainan. Namun, warganet menilai cara tersebut lebih cocok digunakan oleh toddler atau anak kecil, dibandingkan Jane yang sudah menginjak usia remaja.
“Halo teman-teman, aku tuh enggak pernah seumur hidup aku menginjak bangku sekolah. Tapi aku bisa belajar berhitung, loh. Ini salah satu cara aku belajar berhitung,” ujar Jane dalam video sambil menunjukkan mainan.
Video itu pun menuai beragam komentar warganet. Banyak dari mereka yang mempertanyakan bagaimana nantinya Jane memperoleh ijazah untuk bekerja.
Namun, orang tua Jane memberi jawaban menohok dengan menyebut anaknya tidak ingin mencari kerja, melainkan ingin menciptakan lapangan pekerjaan.
“Apa enggak susah kalau mau kuliah atau daftar kerja? Kebanyakan bukannya harus pakai ijazah, sedangkan dia kan enggak sekolah,” tulis akun Amarant.
“Kalau ada duit mah lancar, Kak,” jawab akun plengerfamily.